Postingan

Miris,,?!!

Kemirisan pada Semester Atas Pagi yang hening dengan dibaluti kicauan sunyi yang berdatangan. Rasa yang kian berdetak kencang membuat pikiran tertuju pada satu hal. Akankah hari ini ada harapan buatku menggapainya ataukah harapan itu telah sirna. Saya melangkah demi langkah yang tergesa-gesa seakan ingin menjemput harapan itu dan syukur Alhamdulillah harapan itu ada saya dapatkan ketika mendapati suasana kelas yang sunyi (sedikit siswa). Kaki   terasa dingin seakan berdiri diatas salju. Tetapi pikiran ini hanya tertuju pada dua hal berusaha ataukah akan sia-sia. Terdengar   ditelinga suara   jejak kaki yang melangkah sedemikian rupa   dan terasa   semakin dekat disisiku. Setelah beberapa saat terdengar, hati ini mulai bertaya-tanya, akankah itu suara yang akan menghantarkanku pada apa yang kami takuti beberapa menit kedepan. Suara itu makin dekat menghampiri, ya itulah suara yang kami tunggu-tunggu dari tadi. Muncul sosok yang gagah perkasa dengan gaya r...

Piagam Gumi Sasak : mengetahui makna dibaliknya

Gambar
Narasumber : Dr. H. L., Agus Fathurrahman Gumi Sasak merupakan wadah/tempat bagi orang-orang Sasak menggantungkan harapan dan kehidupannya. Di tanah tersebut, orang-orang Sasak melakukan serangkaian proses kehidupan dari generasi ke generasi dan melahirkan bagian-bagian penting yang harus diketahui oleh generasi mudanya. Gumi Sasak lahir dengan proses panjang, beberapa intelektual lombok Sasak melakukan kajian saat ini, yakni tentang realitas budaya Sasak. Dalam proses panjang itu kemudian melahirkan beberapa bentuk dari ekpresi dari budaya Sasak tetapi lebih berkaitan dengan khazanah dan intelektual tanda-tanda peradaban, antara lain yakni pada tahun 2004 bisa melahirkan kalender Rowo Sasak, masjid kuno, masjid adat. Setelah melakukan beberapa pertinmbangan melalui diskusi-diskusi yang dilaksanakan muncullah nama "Piagam Gumi Sasak" yang sebelumnya dinamakan "Manifestasi kebudayaan Sasak" dan pada waktu itu sudah di setujui oleh Dr. Sudirman. Piagam Gumi ...

NYONGKOLAN: PROSESI SAKRAL MASYARAKAT SASAK

Nyongkolan adalah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berupa iring-iringan   kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau di sertai Gendang Beleq pada kalangan bangsawan. Tujuan dari prosesi ini adalah “untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, dimana supaya para orang tua dari kedua belah pihak saling mengetahui satu sama lain” kata Muhacun. Saat pelaksanaan tradisi nyongkolan ini,   pasangan pengantin didampingi oleh dedare- dedare dan terune- terune sasak, juga ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, atau pemuka adat beserta sanak saudara berjalan mengelilingi desa. Peserta iring-iringan tersebut haruslah mengenakan pakaian khas adat suku Sasak, untuk peserta wanita mengguna...