NYONGKOLAN: PROSESI SAKRAL MASYARAKAT SASAK





Nyongkolan adalah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berupa iring-iringan  kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau di sertai Gendang Beleq pada kalangan bangsawan. Tujuan dari prosesi ini adalah “untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, dimana supaya para orang tua dari kedua belah pihak saling mengetahui satu sama lain” kata Muhacun.
Saat pelaksanaan tradisi nyongkolan ini,  pasangan pengantin didampingi oleh dedare- dedare dan terune- terune sasak, juga ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, atau pemuka adat beserta sanak saudara berjalan mengelilingi desa. Peserta iring-iringan tersebut haruslah mengenakan pakaian khas adat suku Sasak, untuk peserta wanita menggunakan baju Lambung (kadang-kadang juga menggunakan baju kebaya), kereng nine / kain songket (sarung khas Lombok), sanggul (penghias kepala), anting dan asesoris lainnya.
Proses ini diadakannya sorong serah dari mempelai pria kepada keluarga pihak perempuan, penerimaan kepada mempelai pria ke mempelai wanita. Prosesi  nyongkolan ini adalah untuk menjalin silaturrahmi, saling kenal mengenal anatara kedua belah pihak.Respon terhadap cara-cara nyongkolan yang dulu yang berbeda dari sekarang, karena ya kita mengikuti zaman. Mungkin di zaman dahulu tidak ada iring-iringan atau musik-musik, nah sekarang kita sudah berada pada tahap modernisasi yang dimana perkembangan zaman semakin pesat begitu juga budaya. Hukum yang ada itu ada 2:  hukum syara’ dan hukum adat. Maksudnya di sini yakni selama hukum adat itu tidak bertentangan dengan islam, boleh dilaksanakan, begitu juga sebaliknya. Tujuan dari nyongkolan ini adalah menjalin silaturrahmi, tapi kalau cara-cara yang dipakainya sudah menyimpang dengan aturan yang ada di agama islam sebaiknya jangan diadakan, dan tidak lain semata-mata untuk mencari ridho AllAH SWT.

Bukti kenapa kedua belah pihak dikatakan putri dan raja dalam sehari karena cuma diadakan dalam sehari saja, dan itu tujuannya untuk menghormati perempuan yang telah bersanding dengannya dengan rasa terhormat. Mengadakan nyongkolan akan menambah rasa hormat kepada mempelai perempuan. Sebagian peserta dalam prosesi ini biasanya membawa beberapa benda seperti hasil kebun, sayuran maupun buah-buahan yang akan dibagikan pada kerabat dan tetangga mempelai perempuan nantinya. Pada kalangan bangsawan urutan baris iring-iringan dan benda yang dibawanya memiliki aturan tertentu. Hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya ini biasanya diadakan selepas dzuhur di akhir pekan. Selamat berlibur di Lombok.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Piagam Gumi Sasak : mengetahui makna dibaliknya

Miris,,?!!